Selasa, 20 November 2018


AUDIT TSI
KONSEP AUDIT TSI
Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor
PROSES AUDIT
Proses proses audit meliputi :
1.      Planning
2.      Fieldwork dan dokumentasi
3.      Penemuan masalah dan validasi
4.      Pengembangan solusi
5.      Penyusunan laporan dan penerbitan
6.      Pelacakan masalah
TEKNIK AUDIT
1.      Audit entity level controls
Merupakan audit di level entitas
2.      Audit data centers and disasters recovery
Audit pada pusat data dan pemulihan dari bencana - bencana
3.      Auditing routers, switches and firewalls
Audit reouter, switch – switch dan firewall - firewall
4.      Auditing windows operang sistems
Audit tentang operating sistem(windows, macos, dll)
5.      Auditing unix and linux operating sistems
Audit
6.      Auditing web servers dan web applications
Audit pada server – server website dan aplikasi yang ada pada website
7.      Auditing database
Audit database
8.      Auditing storage
Audit tentang tempat penyimpanan (storage)
9.      Auditing virtualized environtments
Audit tentang lingkungan virtual
10.  Auditing WLAN and mobile devices
Audit tentang jaringan dan perangkat mobile
11.  Auditing applications
Audit tentang aplikasi
12.  Auditing cloud computing and outsourced operations
Audit tentang computing cloud dan operasi – operasi di alihdayakan
13.  Auditing company porojects
Audit tentang proyek – proyek perusahaan

REGULASI AUDIT
1.      Dampak regulasi pada Audit TI
2.      Sejarah dari regeulasi keuangan perusahaan
3.      Aksi Sarbanes-Oxley tahun 2002
4.      Aksi Gramm-Leach-Bliley.
5.      Regulasi prifasi
6.      Payment Card Industri(PCI) Data Security Standard


S    STANDAR AUDIT














KERANGKA KERJA AUDIT














MANAJEMEN RESIKO
Analisis resiko secara kuantitatif
Risk = nilai asset x ancaman x kerentanan
Analisis resiko secara kualitatif
Tidak seperti analisis resiko secara kuantitatif , analisis ini mengandung teknik yang dapat membuktikan HIGH LEVEL VIEW  ke dalam ENTERPRISE RISK. Dimana kuantitatif metode berfokus pada formula, kualaitatif berfokus pada nilai seperti tinggi, menengah dan rendah.

ITRMLC


SUMMARY OF FORMULAS



Selasa, 16 Mei 2017

SERVICE DESIGN
Service design adalah transformasi dari service strategy menjadi tahapan-tahapan untuk memberikan pelayanan terhadap pengguna layanan. Service design memberikan penduan kepada organisasi IT untuk dapat secara sistemaITSdan best pracITce mendesain dan membangun layanan IT maupun implementasi ITSM itu sendiri.
Desain layanan bertujuan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa layanan baru akan melakukan seperti yang direncanakan dan disampaikan fungsi dan manfaat dimaksudkan oleh bisnis. Prinsip ini adalah jantung dari pendekatan ITIL dan mengapa sebagian besar proses desain layanan difokuskan pada pengendalian operasional:
• Manajemen Katalog layanan;
• Manajemen tingkat layanan;
• Manajemen kapasitas;
• Koordinasi Desain;
• Manajemen Ketersediaan;
• IT manajemen kelangsungan pelayanan;
• Manajemen keamanan informasi;
• Manajemen Pemasok.
Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan. Beberapa contoh di bawah ini menggambarkan jenis dukungan keputusan yang dapat dibuat dalam sistem pengendalian operasional :

A. Suatu transaksi penarikan kembali sediaan menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan transaksi juga dapat menyelidiki persediaan yang ada, dan memutuskan apakah suatu pesanan pembelian sediaan harus diadakan.
B. Suatu pemeriksaan terhadap file pegawai menjelaskan keperluan untuk suatu posisi. Komputer menyelidiki file pegawai menggunakan program untuk memilih kandidat secara kasar.
c. Laporan rutin dihasilkan secara periodik. Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan dalam suatu prosedur pengolahan laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam suatu bidang masalah. Contoh : suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani setelah 30 hari.
            Kontribusi yang tahap desain layanan dari siklus hidup membuat karenanya dapat diringkas sebagai menjamin terciptanya layanan hemat biaya yang menyediakan tingkat kualitas yang diperlukan untuk memuaskan pelanggan dan stakeholder seluruh kehidupan layanan.Namun, fakta bahwa kebutuhan bisnis berubah dari waktu ke waktu dan menghasilkan kebutuhan atau kesempatan untuk perbaikan lebih lanjut, berarti bahwa bahkan sebuah organisasi dengan proses desain layanan dewasa akan perlu untuk membuat perubahan pada layanan sepanjang hidup mereka. Oleh karena itu desain layanan memiliki peran penting untuk bermain dalam mendukung peningkatan pelayanan terus-menerus dan sama pentingnya untuk mengelola perubahan layanan yang ada seperti di merancang layanan baru. Dalam hal ini, desain layanan juga harus mempertimbangkan dampak dari kegiatannya pada keseluruhan layanan, sistem, arsitektur, alat-alat dan pengukuran untuk meminimalkan potensi gangguan ketika layanan baru atau diubah diperkenalkan ke lingkungan hidup.

STRATEGI DESIGN

Tata kelola (governance) merupakan proses pengambilan keputusan dan proses dengan mana keputusan tersebut akan diimplementasikan (atau tidak diimplementasikan). Salah satu fungsi yang paling penting dari tata kelola adalah menyediakan kontrol yang mencegah perilaku ceroboh dalam suatu bagian organisasi dan orang-orangnya. Konsep governance merupakan pusat operasi suara dan manajemen dari semua organisasi yang sehat. Ini mencakup berbagai kebijakan, proses dan struktur yang ditetapkan oleh manajemen senior untuk memastikan kelancaran dan kontrol yang efektif dari organisasi.
Standar internasional untuk tata kelola IT, ISO / IEC 38500: 2008, 'menyediakan kerangka kerja untuk pemerintahan yang efektif TI untuk membantu orang-orang di tingkat tertinggi organisasi untuk memahami dan memenuhi kewajiban hukum, peraturan dan etika mereka sehubungan organisasi mereka' penggunaan IT . Kerangka kerja ini menetapkan enam prinsip tata kelola perusahaan yang baik dari IT, tanggung jawab yang meliputi, strategi, akuisisi, kinerja, kesesuaian dan perilaku manusia, sehingga jelas bahwa tata kelola TI adalah tentang banyak lebih dari proses TI dan kontrol. IT berfungsi sebagai pengiriman dan pelaporan data, dalam hal ini IT hrus dapat memastikan:
1.      Integrasi informasi
2.      Ketetapan waktu untuk mempercepat pengambilan keputusan
3.      Mengotomatisasi pengangkapan data
4.      Menyediakan laporan untuk keperluan pimpinan
5.      Perfomance objective yang berfokus pada bisnis governance


Minggu, 26 Maret 2017

ITSM

INFORMATION TECHNOLOGY SERVICE MANAGEMENT


IT service management adalah suatu metode pengelolaan aktivitas teknologi informasi yang focus memebrikan layanan prima kepada para pengguna/pelanggannya.
Tujuan utama ITSM  adalah menyelaraskan layanan IT dengan kebutuhan pengguna, memeperbaiki kualitas layanan TI, dan mengefektifkan pengguna biaya untuk pengelolaan TI.
Beberapa sebagian kecil ITSM yaitu: 
1. Incident management
2. Problem management
3. Chane management

1. Incident Management
     Adalah proses pencatatan, penelusuran, penugasan, dan mengelola insiden untuk dikomunikasikan dengan pengguna laayanan IT. Pengertian insiden menurut ITIL adalah gangguan terhadap layanan IT atau penurunan kualitas dari layanan IT, contohnya seperti: printer error, tidak bisa log in ke aplikasi, kegagalan server dan hal hal lain yang mengganggu suatu layanan IT dapat dikategorikan sebagai insiden.
2. Problem Management
     Adalah proses yang bertanggung jawab menangani problem lifecycle. Pengertian problem menurut ITIL adalah penyebab lebih dari sebuah atau lebih insiden. Jika dikaitkan dengan insiden maka biasanya problem terjadi sesudah insiden, penyebab ini umumnya tidak diketahui ketika tiket problem dibuat dan proses problem management bertanggung jawab terhadap investigasi lebih lanjut. Contoh: missal pada hari senin terjadi server error yang menyebabkan aplikasi hang, setelah dicari penyebabnya incident management team tidak enemukan masalah apapun kemudian server direstart dan aplikasi berjalan normal kembali. Selang seminggu terjadi lagi error yang sama, kemudian incident management team merestart server dan aplikasipun berjalan normal kembali. Pada saat selesai penanganan insisden yang kedua, incident management team melakukan eskalasi masalah ke problem management. Server yang berulang kali direstart menunjukan bahwa insiden itu telah berubah menjadi problem, masalah tidak benar benar tuntas pada saat server hanya direstart.

3. Change Management
   Adalah proses yang bertanggung jawab mengendalikan siklus dari setiap perubahan (change). Tujuan utama dari change management adalah merealisasikan manfaat perubahan dengan meminimalisasi gangguan terhadap layaanan.

Change Management dilakukan untuk 2 (dua) alasan, yaitu:
1. Proaktif dengan tujuan mencari benefit yang digunakan untuk mendukung kepentingan bisnis dan/atau peningkatan layanan IT dan/atau peningkatan kemudahan sehingga layanan IT menjadi lebih efektif;
2. Reaktif dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu masalah atau adaptasi terhadap lingkungan yang berubah.

Incident, Problem & Change Management

   Contoh change management yaitu pada saat melakukan perubahan fungsi pada aplikasi bisnis, langkah yang harus dilakukan adalah mengajukan form Request For Change (RFC), setelah diajukan akan dianalisa dampak, risiko, dan alasan pengajuan perubahan serta dibuat rencana apa yang harus dilakukan apabila perubahan gagal. Setelah RFC disetujui maka harus dibuat perencanaan implementasi perubahan sedetail mungkin untuk memastikan RFC dapat berhasil sesuai tujuan awal. Risiko-risiko yang mungkin terjadi pada RFC yang tidak dikelola dengan baik seperti:

· Perubahan yang tidak/belum disetujui
· Tingkat keberhasilan perubahan yang rendah
· Jumlah perubahan darurat yang tinggi
· Pembengkakan biaya dan waktu
· Ketidaksesuaian requirement dengan hasil perubahan
“Tidak ada perubahan yang tidak berisiko, maka siapkan rencana yang matang”



INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY

     ITIL(Information technology infrastructure library) atau dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi pustaka infrastruktur teknologi informasi adalah sebuah rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing masing membahas suatu topik pengelolaan IT.
Dapat diasumsikan bahwa ITIL merupakan kumpulan dari beberapa infrastruktur teknologi informasi yang di bukukan

      ITIL dikembangkan sejak tahun 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi kedua (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM(IT service management), yaitu Service Delivery(antar layanan) dan Service Support(dukungan layanan).

Pada 30 juli 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL yang berisi 5 bagian yaitu:

1.      Service Strategy

Topik topik yang dibahas mencakup pembentukan pasar untuk menjual  layanan, tipe tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, asset asset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL service lifecycle.

2.       Service Design

Ruang lingkup service design tidak melulu hanaya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses proses yang dicakup dalam service design yaitu:
a. service catalog management
b. service level management
c. supplier management
d. capacity management
e. availability management
f. IT service continuity management
g. information security management

3.       Service Transition
   Service transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional.
Proses proses yang dicakup dalam service stransition yaitu;
a. transition planning dan support
b. change mmanagement
c. service asset & configuration management
d. release & deployment management
e. service validation
f. evalution
g. knowledge management


4.       Service operation

     Service operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan layanan TI
Proses proses yang mencakp dalam service translation yaitu:
a. Event management
b. incident management
c. problem management
d. request fulfillment
e. acces management

5.       Continual service inmprovement

    CSI memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah plan-do-check-act (PDCA) atau yang dikenal sebagai deming quality cycle.


Kamis, 15 Desember 2016

Prototype Circle Bracelet, Bagian-bagian dan bagaimana dia Bekerja

TEORI

1  Accelerometer

Merupakan salah satu fitur yang di tanam pada smartphone android yang

biasanya berfungsi untuk menentukan derajat kemiringan dari smartphone.[4] Pada dasarnya fungsi sensor ini untuk mengubah tampilan layar dari posisi landscape menjadi potrait ataupun sebaliknya, sehingga tampilan menu dan aplikasi yang ada di smartphone akan menyesuaikan posisi dari smartphone.

2  Memory Card + ROM

Merupaka sebuah penyimpanan data yang di gunakan di dalam perangkat ini

agar bisa mendukung beberapa pengaplikasiannya. Memory card disini juga dapat digunakan untuk hal lainnya seperti menggunakannya sebagai basis program atau yang lainnya.


3  Processor

Merupakan pusat untuk pemrosesan data agar perangkat ini dapat memproses

data yang di transfer dari handphone ke gelang ini. Processor disini juga harus memiliki kapasitas kecepatan proses yang cukup cepat dalam pemrosesan datanya agar data yang di proses bisa di alokasikan dengan cepat.


4  Vibrator

Sebagai penggetar atau memberi efek getaran pada gelang jika gelang ini

terkoneksi dengan handphone jika ada notifikasi tertentu. Efek getaran disini juga

dapat di setting sebagai alarm dalam hal tertentu.


5  Micro usb port

Seperti pada handphone android umumnya, port usb ini digunakan untuk

men-charge ulang daya battery yang terdapat pada perangkat dan untuk proses

pengiriman data secara fisik.






6 Battery

Sebagai catu daya atau sumber daya listrik dari gelang pintar ini.


7  Proximity Sensor Long Range

Sensor  yang di  gunakan  untuk  mendeteksi  keberadaan  suatu  objek  tanpa

kontak fisik.[4] Manfaat dari proximity sensor salah satunya untuk mematikan layar secara otomatis pada saat menelpon.[4]


8  Pico-Projector

Cicret Braceret ini merupakan teknologi yang mengunakan sensor dari pico

proyektor tujuan nya untuk menyensor gerakan dari jari - jari tangan ketika kita sentuh ,gesek ,atau mendeteksi gerakan saat menyentuh sensor tersebut.Ada delapan sensor yang ada pada gelang cicret bracelet, sensor ini tidak mempengaruhi kulit kita saat pemakaiaan cicret bracelet.[4]

9  Bluetooth Low Energy

Digunakan  untuk  mengkoneksikan  atau  menghubungan  antara  perangkat

gelang ini dengan handphone.


10     Wifi Component

Untuk mendukung konektifitas antara perangkat gelang dengan handphone.

  11     LED (Light Emitting Dioda)

Digunakan untuk mendukung perangkat ini dalam hal notifikasi didalam perangkat dengan memberikan sinyal lampu bewarna tertentu untuk notifikasi tertentu.


12     Snap Button

Digunakan untuk tompol power on/off pada perangkat ini.



Gambar Cicret Bracelet dan komponennya.

Bagaimana Cicret Bracelet bekerja

1        Menyalakan Perangkat

Menyalakan perangkat seperti pada umumnya, yaitu dengan menekan tombol power pada perangkat. Lalu kenakan perangkat ini pada pergelangan tangan anda kiri atau kanan, kenakan di pergelangan tangan yang menurut anda paling nyaman untuk menggunakan perangkat ini.

2        Pemrosesan Data Awal

Setelah dinyalakan, seperti pada perangkat elektronik pada umumnya. Perangkat ini melakukan beberapa proses pengecekan hardware, atau biasa di sebut proses boooting pada komputer atau handphone. Setelah menyala lampu indikator akan menampilkan atau menyala untuk memberikan sinyal kepada pemilik atau orang yang ingin menggunakannya dengan warna tertentu dengan tujuan memberikan informasi apakah perangkat itu sudah terkoneksikan dengan handphone atau belum.

3        Mengkoneksikan Dengan Handphone

Jika belum terkoneksi dengan Handphone, maka anda perlu menyalakan fitur bluetooth pada handphone anda lalu sinkronkan atau hubungkan ke perangkat, cara menghubungkannya seperti pada umumnya bagaimana menghubungkan perangkat bluetooth lainnya.

4        Menampilkan Proyeksi Layar

Jika sudah perangkat sudah menyala dan terkoneksi dengan handphone anda, maka cara menampilkan proyeksi layar Hp anda ke kulit lengan anda, cukup dengan mengoyangkan pergelangan tangan anda yang mengenakan perangkat ini, seperti yang sudah di tampilkan dalam link video di bab latar belakang.

5        Proyeksi Ditampilkan

Proyeksi akan ditampilkan ke kulit lengan anda apa yang ditampilkan di Hp akan ditampilkan dalam proyeksi perangkat ini, jadi cara gampangnya seperti LCD proyektor di ruang kelas menampilkan apa yang ada di Komputer/laptop.

6        Pegunaan Proyeksi Sebagai Layar Pada Handphone Umumnya

Cara menggunakannya umum seperti menggunakan handphone touchscreen, yaitu menggeserkan dengan jari(umumnya jari) atau yang lain di proyeksi layar. Sensor tertentu akan mendeteksi gerakan jari anda apa yang anda lakukan, apakah itu menggeser ke kanan, kiri, atas, bawah, atau melakukan touch. Dari sensor ini lalu di teruskan ke processor padaperangkat yang kemudian di kirimkan datanya melalui bluetooth ke Hp anda untuk di proses lebih lanjut, dan menampilkan apa yang anda lakukan.


7        Mematikan Proyeksi

Mematikan proyeksi layar pada kulit lengan anda, seperti halnya dengan anda menyalakan proyeksinya.